Seorang peri kecil, kesepian, termenung, menatap langit-langit malam. sendiri, bayangkan hidup yang tinggal menunggu waktu. hanya ditemani desir angin dan cahaya bulan. membisu.
peri kecil : wahai bulan, bolehkah aku bertanya padamu?
bulan : (diam)
peri kecil : bagaimana kamu bisa bertahan walaupun sendiri? apakah kamu ditinggalkan, bulan? apakah kau tidak sedih? menerangi malam setiap insan, tetapi kau tidak merasakan kebahagiaan, menurut tafsirku. apa aku salah? apakah kau merasa bahagia?
bulan: (menyala lebih terang)
peri kecil: jika kau ditinggalkan, aku rasa bukan itu jawabannya. aku saja suka dengan sinaran malammu. tidak mungkin cahaya secantik dirimu ditinggalkan.
bulan: (diam)
peri kecil : wahai berlian malam, ajari aku tuk bertahan. bertahan menghadapi hidup ini. aku mohon.
angin : (bertiup lembut)
peri kecil : (menangis) apakah aku akan selalu bersedih? aku tidak bisa menjalani hidup ini. aku tidak kuat. tolong ajari aku, bulan. aku mohon. berbagilah sedikit ilmumu.
tiupan angin malam, membawa peri kecil berjalan ke bawah alam sadarnya.
peri kecil : di mana aku? (bingung) apakah aku telah dipanggil untuk kembali? tapi mengapa aku merasakan yang lain? kebahagiaan yang aku dambakan.