Like snowflakes, the human pattern is never cast twice. We are uncommonly and marvelously intricate in thought and action, our problems are most complex and, too often, silently borne.
- Childress, Alice
Sunday, March 24, 2013
Tuesday, March 19, 2013
Bebas
Selamat datang ku ucapkan pada
diriku yang menyambut indahnya dunia baru. Nyanyian burung-burung bak alunan
surga di senja kala itu memperindah seluruhnya. Aku yang baru saja terlahir
kesini sadar mengapa aku ada. Ada suatu tujuan, tujuan mulia sebenarnya,
membantu laki-laki itu yang telah lanjut usia. Dia yang menciptakanku dan aku
akan balas budi.
Aku, Si
Merah, adalah satu dari sekian banyak yang diciptakannya. Terlahir dengan tak
memiliki apa-apa dan tanpa anggota gerak. Hanya aku, yang bernilai tapi tak
terlalu berharga. Bukan ratusan ribu atau jutaan yang bisa diperoleh dariku,
hanya sebagian kecil saja.
Lelaki
lanjut usia itu telah ku anggap layaknya ayahku sendiri. Beliau merawatku serta
saudarku yang lain.Menempatkan kami pada tempat yang nyaman dan terlindung dari
terik matahari serta air hujan. Kami masih seperti bayi, belum dewasa yang
masih butuh perlindungan. Suatu saat nanti, umur dewasa kami akan kami raih dan
kami tak akan merepotkan yang kami anggap sebagai ayah.
Hari
demi hari terlewati. Setiap hari yang aku nikmati di dunia ini tak pernah ku
dustai akan rasa syukur kepada Tuhan yang meridhoi ku untuk ada di dunia. Aku
hanya sesuatu yang tak berharga dan akan
lebih hina jika aku tak mengagumi indah ciptaan-Nya.
Friday, March 15, 2013
Sunday, March 3, 2013
Subscribe to:
Posts (Atom)
